Monday, January 25, 2010
Lagi...lagi...dan lagi...sabaaaaaaaaaar...terus...
Dulu,,saya g pernah terpikirkan apapun ketika memutuskan utk bilang "ok"...1 bulan setelah aku bilang "ok" harusnya dia memenuhi janjinya. Tapi berhubung aku cabut ke taiwan,,,akhirnya kumaafkan. 3 bulan berlalu, 4 bulan,,,sampai 6 bulan. akhirnya kutanyakan lagi. "kapan akh?" dia cuma bilang "aduh, afwan...kemarin kepake karena ibu dan adik membutuhkan" hmm...okelah...
"tapi setengahnya masih ada kan?".."masih kok". "ok, tolong dikembalikan.sisanya tolong dicicil"
"ok"
8 bulan, aku tanya lagi...jawaban yang kudapat pun masih sama. "nanti ya"..."ok" 10 bulan aku tanya lagi...jawabannya masih sama, tapi dengan sedikit embelan "afwan ya, nanti, sekarang saya persiapan dulu utk biaya nikah saya"..."oke, semoga barokah" jawabku. 1 tahun kutanya lagi..jawabannya sedikit meyakinkan "oke ukh, akhir tahun 2009 saya selesaikan. emang butuh banget ya?" "ok, akhir 2009 ya...iya saya butuh", "ok, ukh. skrg sedang saya usahakan ke penyimpanan..istri saya juga sudah tau ttg ini" .. "ok, moga dimudahkan"....
1 tahun beberapa bulan kutanyakan lagi,,,"gmn? udah bisa?" "afwan ukh,,masih blm. ternyata susah ya ngurusnya.." jawabnya. "oo gitu...kl pelan2 aja gmn? bisa kan?" "insya allah ukh,,,tiap bulan pelan2...afwan ya...saya janji akhir 2009 selesai". "OK, moga dimudahkan ya.."
bulan berikutnya, dia pun memenuhi janjinya, tepat di bulan terakhir 2009, walau belum semuanya selesai, baru sekitar 1 persen dari semuanya.
Hari ini kutanyakan lagi, "gmn akh? sebelum saya lulus, bisa selesai ga ya? khawatir nanti ortu saya tau...bisa berabe", "emang eti kapan pulang ke indo?", "insya allah juli akh", "o gitu...mudah2an bisa ya...doakan aja, saya g bisa janji siih"
wekkksssssssss....whaaaat??? kenapa jawabannya jadi begini "saya g bisa janji sih"..apa??
astaghfirullah....kudu sabar ini dah...pernah ku ceritakan hal ini ke beberapa tmn saya, dan salah satu guruku. rata2 menjawab "yaah..memang begitu. tapi harusnya, dia menunaikan kewajibannya dulu dibandingkan keinginan dia pribadi"
guruku memberikan tanggapan "yaa...begitulah. dulu saya juga pernah dapet kasus yang sama. dan sampai sekarng g selesai2...dah hampir puluhan tahun. padahal "saudara" lho..."
ya Rabb...semoga Kau bisa memberikan kemudahan padanya utk menunaikan kewajibannya, dan memudahkan semua urusan kami...aamiin...
*__________*
Tuesday, January 19, 2010
^_________^
Lagi pengen buka blog, dan nulis2 lagi yang ada di kepala saat ini. Ternyata lama juga ya, g numpahin sebagian isi kepala ke sini..*krn emang mikir2 dulu apa yang mau ditumpahin, saking banyak nya isi. kl ditumpahin semua...wedeeew...bisa gaswat dunia pemancingan*
Satu per satu isi kepala yang semrawut bisa diluruskan juga, walaupun sempat bingung meluruskannya. Kadang, pengen langsung diputuskan saja yang semrawut itu....tapiiii...kok rasanya g bijak ya. Tinggal dilurusin aja...sebenernya g susah..asaaal...sabar....
Dulu pernah belajar di satu bimbingan belajar (waktu getol2nya persaingan SPMB). Banyak hal yang didapat sebenernya *tapi lah kok yang diinget sampe sekarang cuma 1....* wkwkwkwkwk...yaaah..daripada g ada yang diinget...lumayan juga....
1 hal, tapi sangat bermakna dan berguna. Makanya diaplikasikan sampe sekarang.
"senyum" sebelum melakukan apapun *weitss...pastinya sblm senyum bismillah dulu ndro :D*. Yup, senyum...ternyata makin lebar senyum...jalan utk menyelesaikan masalah semakin terbuka lebar...hihihi...*pengalaman pribadi*. Dulu, guru di bimbel itu sering bilang, "sebelum mengerjakan soal,,,senyum aja dulu. masalah bisa atau nggak nya ngerjain itu soal..yang penting senyum...^_^"...ternyata benul!!! sampe sekarang, kl mau menghadapi soal, apapun itu, pasti senyum...setelah itu,,,kerjakan!!!
Gak cuma dalam ujian aku aplikasikan pelajaran itu. Di kehidupan nyata,,,ternyata bisa berhasil juga. Saat ada masalah, senyum dulu...baru berpikir, cari cara utk meluruskan masalah. Hmm...mungkin tiap orang berbeda2 langkah awal dalam meluruskan masalahnya itu. Tapi,,,mungkin juga...mencoba senyum dalam menghadapi masalah, g ada salahnya kan?
jadi inget lirik nasyid jadul "Senyum dong Fren..." jangan cemberut aje...^______^
Thursday, October 15, 2009
Terlalu
Yang jelas, di kelas yang krmn, kami membicarakan tentang warna dan baju. Ngomong2 soal baju, yang menjadi topik pembicaan kami adalah tentang seragam sekolah(Xiao Fu). Mulai dari warna, terus panjang dan pendeknya. Di thailand ternyata seragam sekolah sama seperti di Indo. Yang membedakan cuma bet (alias nama sekolahnya), yaaa...mirip di Indo laah. Di Thailand ternyata punya peraturan yang sama utk masalah bawahan, misalnya rok sekolah yang gak boleh kurang dari selutut, minimal selutut. Malah harus melebihi. Alasannya karena "gak sopan" ktnya buat orang2 Thailand. hmm....hampir sama ya, ky di Indo. Setelah semuanya menjelaskan ttg seragam sekolah di masing2 negara (Indo&Thai), Lao shi menganggap aneh krn anggapan kita ttg seragam sekolah sama.
Beda dengan di Taiwan, seragam sekolah buat anak2 perempuannya malah disuruh kurang dari selutut, bahkan mendekati "...." mereka...hmmm, lebih aneh mana coba. heran!!!
Monday, August 31, 2009
Dimana imanmu dan kemana akhlakmu
Dimana imanmu dan kemana akhlakmu?
Ikhwah, kita adalah dai sebelum sesuatu, dan kita juga adalah para penggiat kebaikan. Bahwa surga adalah kesenangan yang sesungguhnya, kita pun paham. Kita juga mengetahui bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Maka sudah sepantasnya bagi kita untuk memiliki akhlak yang baik. Ya, dakwah tidak cuma bisa dikerjakan dengan lisan, jauh lebih penting dan utama dakwah dengan menggunakan perbuatan, karena itu Ikhwah, jadilah orang yang dengan diamnya akan menentramkan, yang ketika bicara menyejukkan orang yang mendengarnya, dan yang nasehat-nasehatnya menyelamatkan orang lain, baik di dunia maupun di akhirat. Itu semua bisa kita lakukan ketika kita memiliki akhlak yang baik.
Bahwa kemenangan Islam akan tiba itu adalah janji allah akan tetapi Allah tidak akan meletakkan sesuatu yang bukan pada tempatnya dan tidak akan pernah memberikan kemenangan pada orang yang malas dan tidak bersungguh-sungguh. Ibnu al Qayyim mengatakan, kemenangan dan dukungan Allah hanyalah diberikan kepada orang-orang yang memiliki keimanan dan kepribadian (syahsiyyah islamiyyah) paripurna. Sebagai gambaran adalah bagaimana ketika perang badar terjadi, Rasulullah dan kaum muslimin saat itu dari segi senjata dan jumlah kalah jauh dibanding kaum kafir, tetapi Allah memberikan bantuan dengan mendatangkan malaikat secara bergelombang. Kalau saat itu kaum muslimin yang berperang tidak beriman dan tidak berakhlak baik, akankah malaikat itu akan diperbantukan olehNya? “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankanNya bagimu : ‘Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut’ (QS. Al Anfaal : 9). Allah juga berfirman dalam QS Al Shaff : 14, yang artinya “Maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang”. Ikhwah sebagai Dai, pendakwah agama, serta penyeru kebaikan, selain memilik akhlak yang baik juga haruslah memiliki modal keimanan dan ketakwaan yang kuat dalam memikul beban dan tantangan dakwah yang semakin berat. Beban berat itu tidak akan bisa dipikul oleh orang sembarangan karena Allah akan memilih orang-orang yang memiliki kondisi keimanan yang baik untuk melanjutkan dakwah RasulNya. Cukuplah dua ayat di atas menjadi pengetahuan bagi kita bahwa Allah akan menolong dan memenangkan orang-orang yang beriman.
Ikhwah, mari merenung, sejauh ini bagaimana dengan kondisi keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah, bagaimana akhlak kita dalam kehidupan sehari-hari. Astaghfirullah. Bagaimana Allah akan menolong dan memenangkan dakwah kita ketika kita tidak beriman dan berakhlak baik, bagaimana dakwah kita akan diterima oleh orang jika kita adalah penggiat kemaksiatan. Astaghfirullah. Ikhwah, maka benarlah ketika Umar bin khattab menulis surat kepada Sa’ad bin Abi Waqqash beserta para tentaranya, bahwa kita dimenangkan karena keutamaan kita dan bukan karena kekuatan kita. Karena tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan Allah SWT. Pantas pula ketika, Fudloil bin Iyadl menasehati para mujahidinnya untuk bertaubat karena taubat itu mampu menolak bahaya yang tidak bisa ditolak oleh pedang-pedang kamu. Semoga Allah masih menganugerahkan rasa takut kepada kita, yaitu takut jika taat dan amal kita tidak diterimaNya, takut ketika dosa kita tidak diampuni, dan takut ketika iman dihilangkan dari diri kita. Wallahu a’lam bis showab.
Tuesday, August 4, 2009
Sholatlah...
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya ibadah yang pertama kali dihisab di hari kiamat kelak adalah sholat, jika sholatnya baik, maka baiklah seluruh amal perbuatannya, dan jika sholatnya buruk (cacat), maka akan rusaklah seluruh amal perbuatannya.” (HR. Thabrani). Ikhwah, dari hadist di atas kita dapat mengambil beberapa pelajaran, di antaranya bahwa agama kita, agama Islam menaruh perhatian yang cukup besar terhadap sholat karena merupakan amal yang dihisab pertama kali, selain itu sholat menempati posisi kedua setelah syahadat dalam rukun Islam. Dan sholat merupakan ibadah pertama yang diwajibkan oleh allah SWT. Kewajiban sholat ini diwakilkan kepada nabi Muhammad SAW ketika Allah SWT berbincang dengan Beliau secara langsung pada waktu isra Mi’raj tanpa perantara. Begitu istimewanya perintah sholat ini karena diberikan secara langsung oleh Allah pada Nabinya. Subhanallah. Sholat merupakan wasiat terakhir yang diberikan rasulullah kepada umatnya sesaat sebelum Beliau wafat. Ia bersabda dengan nafas terakhir, “Sholat…sholat, dengan apa yang menjadi keyakinanmu. Sholat merupakan senjata terakhir dari segala yang menghancurkan agama. Jika sholat telah hilang maka hilanglah agama dengan sendirinya.” Oleh karena itu kita harus memperhatikan dan jangan pernah meninggalkan sholat. Menurut ijma’ ulama, orang yang meninggalkan sholat merupakan keingkaran dan dianggap kafir dan keluar dari agama Islam, sedangkan orang yang meninggalkan sholat walaupun ia memiliki keyakinan akan fardhunya sholat tersebut, tetapi ia meninggalkannya karena malas atau terlalu sibuk dengan urusan duniawi dan karena alasan-alasan lain yang tidak sesuai syar’i maka menurut keterangan-keterangan dari hadis-hadis bahwa orang itu halal untuk dibunuh.
“Jika sholatnya baik, maka baiklah seluruh amal perbuatannya, dan begitu juga sebaliknya”, dari sabda Rasul ini, haruslah menjadi perhatian kita semua untuk “membaikkan” sholat kita agar seluruh amal perbuatan kita juga tercatat baik. Dan untuk “membaikkan” sholat kita, tentu saja kita tidak boleh asal-asalan dalam mengerjakan sholat. Sholat kita harus bertopang pada Al Quran dan apa-apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, jadi kita memang harus mencontoh bagaimana Rasulullah SAW sholat karena memang Beliau adalah sebaik-baik teladan dalam semua perkara. Hal ini pernah disabdakan Beliau, “Sholatlah sebagaimana aku sholat.” (HR Bukhari-Muslim)
Ikhwah, kita harus melakukan introspeksi diri apakah tata cara sholat yang kita kerjakan sudah sesuai contoh Rasulullah SAW atau belum. Untuk itu kita harus mengkaji dan terus belajar agar tata cara sholat kita sesuai dengan contoh dari Rasulullah SAW. Penting sekali bagi kita untuk mempelajari tentang fikih sholat karena dengan sholat yang baik dan benar, akan mencagah kita dari berbagai perbuatan keji dan munkar. Allah telah berfirman: “Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan–perbuatan) keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain).” (Q.S. Al-Ankabut: 45). Namun demikian kita tidak boleh menafikan adanya berbagai perbedaan pendapat dalam masalah fikih, termasuk dalam fikih sholat, akan tetapi wajib bagi kaum muslim dan muslimah untuk mengikuti dalil-dalil yang shahih, tanpa fanatik terhadap madzhab tertentu, serta tidak berpecah belah karena masalah fikih. Wallahu a’lam.
Monday, August 3, 2009
11 hari ke hongkong dan beijing (bag 1)
Hari pertama di HK, langsung diajak jalan menuju Mesjid Ammar di daerah Wan Chai. Makan2 di resto halal, eeeh...ketemu lagi sama orang penting yang di HK, dialah mba karin, manajer tour travel haji dan umroh alibaba. Subhanallah...
Perjalanan lanjut ke Mesjid Kowloon di Kowloon, dekat Tsim Tsa Tsui. Subhanallah..banyak jamaah dari Indo rupanya. Tapi, kebanyakan wanita, karena memang, TKI yang ada di HK sebagian besar adalah wanita. Kalo dihitung2, misalkan ada 100 TKI, 10 laki2 dan sisanya wanita. Malamnya kami ke Rumah Berkah (Rumah makan binaan DD buat TKI yang belajar bisnis). Disana kami bertemu dengan orang2 penting juga dari Indo. Mereka adalah crew dari Warna Islam. Mereka datang karena harus mengisi pelatihan bisnis untuk para TKI. Waw..kesempatan yang langka nih,,,ketemu dengan orang2 penting di HK, yang belum tentu bisa ketemu di Indo.
Keesokan harinya, kami mencoba mencari2 tiket dan mengurus pembuatan visa di travel agent. Tapi...alamak jaaang,,,mahal nian biayanya. Akhirpun, kami memutuskan utk mencoba di jalur yang benar saja, yaitu melalui kantor imigrasi. Karena waktu yang sudah sore, dan sptnya kantornya pun sudah tutup, lalu kami putuskan untuk pulang saja. Sebelum sampe di rumah, kami makan dulu di salah satu warung indo deket kantor DD. eeeeh...disana ketemu orang yang tidak asing lagi di Indo, Teh Evie Tamala, yaa...pelantun tembang "selamat malam" yang sudah amat terkenal. Tapi anehnya...mba dww kira beliau adalah pemain sinetron. hahahaha...
awalnya aku bilang ke mba dww pas teh evie dateng "mba..mba..ada evie tamala tuh dateng". "mana?mana? waaah...keren tuh, ayo kita poto bareng" kata mba dww. "weew...langsung tancap gas aje nih mba dww. setelah poto2 bareng...mba dww bilang "itu pemain sinetron kan ya?"
GLODAG!!! tuing...tuing..tuing...hahahahaa...
Hari ketiga, kami menuju kantor imigrasi. antri utk buat visa. Alhamdulillah, visa bisa jadi hari kamis, dengan biaya yang...yaaa...lumayan murah (sesuai dgn budget kita ^^), g lebih dari 300 $HK. Malamnya...kami ke Star Ferry, melihat pertunjukan Simphony of the light yang terkenal di HK. Subhanallah...bagusnya...
Saturday, July 11, 2009
antara sehat, waktu, dan kontribusi
Manusia banyak terkecoh dalam dua hal yaitu kesehatan dan waktu luang. (HR. Imam Bukhari, Shahih Bukhari). Hadist di atas adalah hadist terkenal, yang sering terdengar di telinga kita, tersimak oleh mata kita ketika membaca buku islami. Menurut saya, dua nikmat di atas yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu adalah dua nikmat yang saling berhubungan. antum bisa bayangkan betapa tidak bahagianya seseorang yang mendapatkan nikmat waktu tetapi tidak punya kesehatan yang memadai dan sering sakit, maka waktu tersebut akan lebih dimaknai sebagai waktu yang kurang produktif dan kurang bermanfaat karena dalam sebagian besar waktunya digunakan untuk beristirahat dan usaha mencari kesembuhan. Begitu juga ketika kita sehat namun Allah sudah tidak memberikan waktu kepada kita (meninggal),sehingga kita tidak bisa memanfaatkan kesehatan kita untuk melakukan segala yang kita inginkan. Jadi ketika kita mendapatkan dua nikmat di atas, janganlah kita menjadi orang yang terkecoh dan menyia-nyiakan nikmat tersebut seperti digambarkan di dalam hadist di atas. Namun jadilah orang yang bisa menghubungkan dua nikmat di atas yang akan menghasilkan kemaslahatan umat.
Bahwa ada satu hal yang menarik tentang waktu, ya, waktu adalah sumber daya yang tak tergantikan. Maksud sumber daya tak tergantikan adalah waktu tak bisa berulang, meski cuma satu detik, bahkan Allah bersumpah dalam kitabNya “demi masa (waktu), sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh, dan nasehat-menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al Asr 1-3). Jadi tiap detik waktu kita adalah saat yang berharga dan sangat berarti karena sang waktu tidak bisa dan tidak mau kembali lagi. Maka beruntunglah orang yang bisa memanfaatkan tiap detik waktunya untuk kegiatan dakwah dan ibadah, seperti disebutkan dalam Surat Al Asr di atas. Kita juga harus ingat bahwa waktu kita adalah terbatas, dan hebatnya Allah tidak memberi tahu kita sampai kapan waktu kita itu akan berakhir. Hal ini menjadikan waktu sebagai sebuah ketidakpastian. Kita tidak perlu bingung dan takut dengan keterbatasan dan ketidakpastian waktu kita. Yang harus dan hanya bisa kita lakukan adalah memaksimalkan keterbatasan tersebut karena tidak mungkin kita memperpanjang usia kita dari jatah yang sudah Allah berikan. Kita bisa memaksimalkan keterbatasan tersebut dengan rumus produktivitas dan rumus pahala berganda. Rumus produktivitas menyebutkan bahwa 1 unit waktu = 1 unit amal, jadi tiap satuan waktu dalam hidup kita harus bernilai amal soleh. Di rumus ini saya tidak menyebutkan apakah amal tersebut harus yang besar atau yang kecil. Dalam rumus ini saya lebih menekankan keistiqomahan/kekonsistenan karena “Amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang berkesinambungan, walaupun hanya sedikit.” (HR. Muslim, “Shahih Muslim”, hal 348, juz 1, Daar al Fikr). Untuk rumus pahala berganda, di sini saya lebih menekankan amal sebagai investasi jangka panjang. Bahwa setiap amal akan ada balasan dari Allah SWT, itu adalah pasti. Namun demikian balasan untuk tiap amal tentu tidaklah sama. Contah amal dalam rumus ini adalah amal yang lebih banyak membawa manfaat dan dalam jangka waktu yang lama, seperti amal jahriyah membangun masjid, wakaf Al Quran, memberikan beasiswa muslim dll. Dengan dua rumus tersebut, Insya allah kita bisa memaksimalkan keterbatasan usia kita.
Ikhwah, ada sesuatu yang terasa kurang dan mungkin hambar ketika diibaratkan sebagai sebuah masakan, ketika kita mendapatkan nikmat sehat dan nikmat waktu tapi tidak menghiasi dua nikmat tersebut dengan “kontribusi”..”sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.” (Alhadist). Ikhwah, kontribusi kita selalu dinantikan, Kontribusi kebaikan yang akan membangun peradaban umat. Empat hal yang harusnya menjadi perenungan kita bersama yaitu kita adalah dai sebelum segala sesuatu, kita adalah penggiat, surga adalah kesenangan yang sesungguhnya, dan sebaik-baik manusia adalah tentang bermanfaat bagi orang lain. Ikhwah, dimanapun kita berada kita adalah seorang dai maka dalam setiap waktu dan dalam kondisi apapun kontribusi kita adalah kontribusi dalam kebaikan, sekecil apapun itu. Kita juga adalah seorang penggiat, orang yang rajin dan tak kenal lelah dalam memberikan kontribusi kebaikan. Dan ada balasan surga menanti, balasan sebagai puncak kesenangan, kesenangan yang tak pernah terbayangkan oleh mata dan pikiran, sedang menanti kita. Ikhwah, mari berikan kontribusi yang akan memberikan manfaat, baik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, agama, bahkan alam semesta. Dan sebaik-baik kontribusi, telah dicontohkan oleh keikhlasan para ibu dalam memberikan kasih sayangnya pada sang anak. Ya, kontribusi yang “Hanya memberi, dan tak harap kembali”. Wallahu a’lam bis showab.
By : ikhwah, yang merindukan ramadhan di tahun ini